Makassar – Kasus penculikan Bilqis, anak berusia empat tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang akhirnya ditemukan di Kabupaten Merangin, Jambi, telah menarik perhatian luas publik. Mafirion, anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, menilai peristiwa ini bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari jaringan kejahatan terorganisir yang harus segera dibongkar.

Mafirion mengapresiasi kerja cepat aparat dalam menemukan Bilqis, namun menekankan bahwa temuan ini harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan besar di baliknya. “Penemuan korban di Jambi mengindikasikan adanya jalur khusus yang digunakan sindikat perdagangan anak. Kepolisian perlu menelusuri siapa saja yang terlibat, bagaimana pola pergerakannya, serta siapa yang menjadi otak di balik operasi ini,” jelasnya.

Legislator asal Riau itu juga menyoroti potensi keterkaitan jaringan lokal dengan jaringan internasional, mengingat gesitnya perpindahan korban dari satu wilayah ke wilayah lain. “Kasus Bilqis harus menjadi momentum bagi aparat untuk memutus mata rantai perdagangan anak di Indonesia. Keberhasilan menemukan korban tidak cukup; yang terpenting adalah membongkar dan memusnahkan sindikatnya hingga ke akar,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *