Jakarta – Israel mengurangi separuh jumlah truk bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza, dari 600 truk menjadi 300 truk per hari. Keputusan ini disampaikan secara resmi oleh Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah Pendudukan (COGAT) kepada PBB pada pertengahan Oktober 2025, dengan alasan pemulangan jenazah sandera yang terlambat oleh Hamas. PBB menyerukan agar semua pihak mematuhi komitmen gencatan senjata, termasuk menjamin kelancaran aliran bantuan untuk menghindari krisis kemanusiaan yang semakin parah.

Penurunan jumlah truk bantuan ini sangat dikhawatirkan memperburuk kekurangan pasokan penting seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan yang sudah kritis akibat blokade panjang di Gaza. Sementara PBB terus berupaya menyalurkan bantuan sebanyak mungkin, pengurangan izin truk membuat distribusi menjadi terhambat. Israel menyatakan langkah ini sebagai respons atas keterlambatan Hamas dalam mengembalikan jenazah tahanan yang meninggal dunia sesuai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh AS.

Situasi ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan meningkatnya penderitaan warga sipil di Gaza yang mendesak kebutuhan kemanusiaan. Kerja sama dan kepatuhan dari semua pihak dianggap krusial agar gencatan senjata dan bantuan dapat benar-benar membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak konflik.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *