Jakarta – BGN buka peluang pidanakan pengelola dapur MBG kalau ditemukan zat berbahaya dalam makanan. Nanik S. Deyang bilang penyelidikan masih jalan, dengan bantuan Polri dan BIN. Tahun ini, 45 dapur MBG bermasalah dan 40 sudah ditutup sementara sampai perbaikan lengkap.
BGN juga bentuk tim investigasi gabungan ahli gizi, BPOM, dan pemerintah daerah untuk pantau dapur dan cegah keracunan. Total korban keracunan MBG 2025 sekitar 5.914 orang, dengan bakteri seperti e-coli, salmonella, dan staphylococcus sebagai penyebab utama.
Selain itu, BGN hentikan penggunaan produk pabrikan di menu MBG demi dukung ekonomi lokal. Mereka bahkan targetkan setiap dapur dipimpin chef bersertifikat supaya kualitas makanan aman dan sehat.
