Jakarta – Aksi yang digelar Free Palestine Network (FPN) mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk memimpin dunia menghentikan genosida dan terorisme Israel di Palestina, terutama menjelang pidatonya di Sidang Umum PBB pada 23 September 2025. FPN menyoroti tingginya korban jiwa di Gaza akibat agresi militer Israel, dengan data yang menyebutkan sekitar 680 ribu tewas sejak Oktober 2023, termasuk 380 ribu balita.
Furqan AMC, Sekjen FPN, menegaskan bahwa pidato Prabowo sangat strategis untuk menjalankan tugas konstitusi Indonesia dalam menghapuskan penjajahan dunia dan meminta Indonesia mengambil peran kepemimpinan karena negara-negara Arab di kawasan dianggap sudah tidak bisa diandalkan. Indonesia dinilai punya modal sejarah sebagai pelopor dan inspirator ketika lebih dari 40 negara merdeka terinspirasi dari Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.
Prabowo dijadwalkan berbicara sebagai pembicara ketiga setelah Brasil dan AS di Sidang Majelis Umum PBB ke-80, mulai 22 September 2025, serta melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin dunia. Aksi ini menekankan harapan agar Indonesia memimpin gerakan global menghentikan kekerasan di Palestina.
