Jakarta – Direktur Utama Pertamina, Simon Mantiri, memastikan Pertamina tidak mencari keuntungan dari impor BBM tambahan yang dilakukan untuk SPBU swasta seperti Shell dan Vivo. Ia berharap harga BBM di SPBU swasta tetap stabil dan proses impor dilakukan transparan dengan mekanisme open book agar tidak membebani konsumen.
Impor BBM tambahan ini dilakukan karena kuota yang lebih besar tahun 2025 masih belum mencukupi kebutuhan SPBU swasta, yang bahkan sampai berdampak pada pengurangan karyawan di beberapa SPBU. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyarankan impor dilakukan lewat skema business to business (B2B) melalui Pertamina.
Simon menegaskan kolaborasi ini harus memastikan kelangsungan operasional dan komersial badan usaha swasta tetap terjaga. Intinya, Pertamina dan swasta bekerja sama agar stok BBM terpenuhi tanpa menaikkan harga bagi konsumen.
