JAWA TIMUR-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengingatkan bahwa instabilitas politik dan aksi demonstrasi beruntun bisa berdampak serius pada sektor ekonomi. Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, mengingatkan pemerintah, DPR, dan aparat penegak hukum agar melakukan introspeksi terkait maraknya aksi demonstrasi. Menurutnya, unjuk rasa terjadi karena kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan yang belum menyentuh kepentingan rakyat, ditambah saluran aspirasi yang seakan terputus. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian pejabat dalam menyampaikan pernyataan agar tidak melukai masyarakat serta mengajak semua pihak kembali fokus membangun daerah dan negara.
Adik juga menyoroti dampak internasional dari situasi tersebut, di mana Australia, Amerika Serikat, dan Inggris telah mengeluarkan travel warning ke Indonesia. Kondisi itu dikhawatirkan menurunkan kunjungan wisatawan mancanegara dan melemahkan kepercayaan investor. Ia menegaskan bahwa stabilitas politik dan keamanan menjadi syarat utama menjaga arus investasi, serta memperingatkan bahwa ketidakstabilan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, beberapa perusahaan di Jakarta sudah menerapkan kebijakan kerja dari rumah untuk mengantisipasi gangguan akibat aksi demo.
Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Jatim, Ismed Jauhar, menekankan bahwa unjuk rasa sah sepanjang sesuai aturan, namun aksi yang tidak terkendali bisa mengganggu distribusi barang dan energi masyarakat. Ia mengingatkan agar aspirasi disampaikan dengan santun demi menjaga iklim usaha yang sangat bergantung pada stabilitas politik. BPS mencatat sektor pariwisata dan transportasi menyumbang lebih dari 5 persen PDB Jatim, sehingga travel warning dan terganggunya logistik berpotensi menurunkan devisa serta merugikan UMKM. Ia menutup dengan pesan bahwa keamanan dan kenyamanan sangat menentukan kepercayaan investor.
