Surabaya – Kamis, 9 April 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menambah pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) menjadi 3 lokasi, dimulai tahun depan. Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, akhir tahun 2026 pemkot mulai menyiapkan lahan. Sebelumnya pembangunan hanya akan dilakukan di Tambakwedi dan Rungkut, namun rencananya ditambah satu lokasi lagi di Ngagel. Sementara soal jumlah unit, atau kapasitas penghuni yang bisa ditampung, masih dalam penghitungan.
Persyaratan bagi penghuni rusunami, harus belum pernah memiliki rumah, dan pasangan menikah dengan gaji sesuai Upah Minimum Regional (UMR) Surabaya. Untuk mendukung keterjangkauan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan skema pembiayaan dengan menggandeng perbankan, termasuk bank daerah dan BPR (Bank Perekonomian Rakyat). Skema yang ditawarkan mencakup bunga ringan sekitar 5 persen dengan tenor cicilan hingga 20 tahun.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMD, hingga pemerintah pusat. Program ini juga berpotensi disinergikan dengan program nasional pembangunan tiga juta rumah. Guna menekan harga, pembangunan rusunami akan memanfaatkan aset lahan milik Pemkot Surabaya dengan skema hak guna bangunan (HGB) di atas hak pengelolaan lahan (HPL), sehingga masyarakat dapat memiliki unit hunian, dan lahan tetap menjadi milik pemerintah.
“Jadi insyaallah kalau kita ini masih menghitung ya. Tapi yang pasti kita hampir seperti rusun ya jumlah unitnya setiap tower,” bebernya.
“Baru punya rumah pertama ya rusunami ini. (Dan) yang pasti tidak boleh diperjualbelikan,” tegasnya.

