SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan rantai distribusi LPG tiga kilogram berjalan aman dan stoknya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setiap 20 hari ke depan. Hal itu disampaikan Emil saat meninjau pangkalan LPG milik Nur Komari di Jalan Jemursari II No.74, Kota Surabaya, Senin (6/4/2026). “Yang lebih penting adalah memastikan distribusinya berjalan lancar. Artinya, ketika dibutuhkan, apakah pasokan bisa segera datang atau tidak,” ujar Emil.
Wagub Jatim mengakui kendala suplai sempat berdampak di Kabupaten Tuban dan Banyuwangi. Namun ia mengklaim suplai LPG terus dikirim ke Tuban dan sudah mulai berdatangan, sementara di Banyuwangi, Pertamina telah menambah pasokan hingga 73 persen dari ketersediaan normal. “Banyak masyarakat membeli dalam jumlah besar secara bersamaan. Saat ini, di Banyuwangi sudah kembali lancar,” katanya. Emil juga memastikan total stok LPG 3 kilogram termasuk yang masih dalam perjalanan mencapai 20 hari.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa menjelaskan stok LPG yang siap disalurkan di depo sekitar 4,4 hari, namun angka tersebut tidak mencerminkan keseluruhan stok karena stok di kapal, pelabuhan, dan dalam perjalanan mencapai 20 hari. “Pertamina memastikan bahwa ketersediaan energi tetap aman, dengan standar stok nasional di atas tujuh hari,” tandasnya. Emil mengimbau masyarakat membeli LPG di pangkalan dengan harga resmi sekitar Rp18.000, bukan di pengecer.

