Arab Saudi – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan proses pemberangkatan jemaah calon haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan sesuai jadwal. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa persiapan operasional saat ini hampir rampung dengan progres mendekati 100 persen melalui tahapan yang disusun secara terukur.

Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kendala teknis maupun non-teknis, terutama bagi Jawa Timur sebagai provinsi dengan kuota haji terbesar. Fokus utama dalam penyelenggaraan tahun ini adalah penguatan koordinasi lintas sektor serta pengelolaan dana haji senilai Rp18 triliun secara transparan dengan melibatkan KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian untuk menjaga akuntabilitas.

Menhaj turut memberikan apresiasi kepada jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur atas kinerja optimal dalam tahap persiapan. Sinergi dan kedisiplinan seluruh pihak dinilai menjadi kunci utama untuk memastikan seluruh rangkaian pemberangkatan jemaah dapat terlaksana dengan aman, nyaman, dan tepat waktu sesuai standar pelayanan nasional.

“Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal. Kami memastikan pemberangkatan jemaah calon haji dapat terlaksana tepat waktu dengan mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan,” ujar Irfan dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Minggu (29/3/2026).

“Dana haji yang besar harus dikelola secara bersih dan akuntabel. Kami ingin memastikan setiap anggaran benar-benar digunakan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tegasnya.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja maksimal. Jaga kekompakan dan terus tingkatkan kualitas pelayanan. Fokus kita adalah memastikan jemaah berangkat dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” kata Irfan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *