Jakarta – Jalur pantura Pasuruan kini sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan setelah sebelumnya lumpuh total akibat banjir sejak Selasa (24/3) malam. Genangan air yang sempat menutup akses di Desa Beji serta Jalan Ir Juanda telah surut, meski petugas BPBD masih harus melakukan pembersihan sisa lumpur, terutama di area Jembatan Buk Wedi. Luapan sungai akibat hujan lebat yang merata dari hulu hingga hilir menyebabkan jalur utama ini sempat ditutup dan arus lalu lintas dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan atau tol, hingga memicu kemacetan panjang arus balik pemudik.
Banjir ini merendam puluhan desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah Kabupaten serta Kota Pasuruan dengan ketinggian air yang bervariasi. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Rejoso, Bangil, Beji, Winongan, Grati, Gondangwetan, Kejayan, Kraton, Pohjentrek, hingga Pasrepan. Kondisi paling parah tercatat terjadi di Kecamatan Beji dengan ketinggian air mencapai 110 cm, sementara di wilayah Kota Pasuruan, pemukiman di Kelurahan Tamanan, Kebonsari, dan Karangwingko juga terendam cukup dalam hingga setinggi pundak orang dewasa.
Data lapangan menunjukkan sebaran banjir yang sangat luas akibat sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan. Di Kecamatan Bangil, tujuh desa dan kelurahan terdampak dengan air mencapai 70 cm, sementara di Kecamatan Winongan genangan tercatat setinggi 80 cm. Di wilayah Kabupaten lainnya seperti Rejoso dan Gondangwetan, warga melaporkan air mulai masuk ke rumah sejak dini hari. Saat ini fokus petugas beralih pada pembersihan fasilitas publik agar aktivitas masyarakat dan kelancaran distribusi di jalur pantura benar-benar pulih sepenuhnya.
“Jalur pantura sudah bisa dilalui,” kata Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Jatim, Yulianto, Rabu (25/3).
“Pembersihan masih dilakukan,” keterangan Pusdalops BPBD Kota Pasuruan.
“Dini hari banjir mulai 30 cm sampai 100 cm,” kata Hudan Dardiri, warga Desa Sadengrejo.
“Beji paling parah, ada yang mencapai 110 cm,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi.
“Di Kecamatan Pasrepan, Desa Jogorepoh juga tinggi banjirnya,” terang Hari, warga setempat.

