New York – Rabu, 25 Maret 2026, Investigasi awal atas kecelakaan pesawat Air Canada di Bandara LaGuardia, New York mengungkap adanya kegagalan sistem peringatan yang seharusnya membantu mencegah tabrakan antara pesawat dan kendaraan di landasan. National Transportation Safety Board (NTSB) menyatakan bahwa sistem pengawasan pergerakan darat bandara tidak memberikan peringatan saat insiden terjadi pada Minggu malam, yang melibatkan pesawat regional CRJ-900 milik Air Canada dan sebuah truk pemadam kebakaran. Kecelakaan tersebut membuat dua pilot meninggal dunia. Sementara itu, pesawat yang dioperasikan oleh Jazz Aviation itu membawa 72 penumpang dan empat awak.

Jennifer Homendy Ketua NTSB menjelaskan bahwa sistem Airport Surface Detection Equipment Model X (ASDE-X) gagal menghasilkan peringatan karena jarak antara pesawat dan kendaraan terlalu dekat dalam waktu yang sangat singkat. Lebih lanjut, NTSB menemukan bahwa truk tersebut tidak dilengkapi transponder, perangkat penting yang memungkinkan pengendali lalu lintas udara memantau pergerakan kendaraan di area bandara secara real-time. Padahal, Federal Aviation Administration (FAA) telah lama mendorong penggunaan transponder pada kendaraan darat di bandara sibuk. Meski demikian, Homendy menegaskan bahwa masih belum dapat dipastikan apakah teknologi peringatan yang lebih canggih mampu mencegah kecelakaan tersebut, mengingat insiden terjadi dalam waktu sangat singkat.

Investigasi juga akan menyoroti aspek komunikasi antara pilot, petugas pengendali lalu lintas udara, dan kendaraan darat. Para ahli keselamatan penerbangan menilai koordinasi di area ini menjadi faktor krusial dalam mencegah kecelakaan di landasan. Selain itu, perhatian juga tertuju pada beban kerja pengendali lalu lintas udara di Bandara LaGuardia, salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat. Meski NTSB menyebut jumlah personel saat kejadian berada pada level standar, kompleksitas situasi diduga turut memengaruhi pengambilan keputusan. Diketahui, pengendali lalu lintas udara yang bertugas saat itu juga tengah menangani pesawat lain milik United Airlines yang melaporkan kondisi darurat akibat bau tidak sedap di dalam kabin. Namun demikian, Homendy mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan adanya kesalahan individu dalam insiden tersebut.

“ASDE-X tidak menghasilkan peringatan karena jarak yang sangat dekat antara kendaraan yang bergabung dan memisahkan diri di dekat landasan pacu, sehingga mengakibatkan ketidakmampuan untuk membuat jalur dengan tingkat kepercayaan tinggi,” ujar Homendy dilansir dari Reuters pada Rabu (25/3/2026).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *