Eropa – Rabu, 25 Maret 2025, Sejumlah kelompok penggemar sepak bola Eropa resmi mengadukan FIFA ke Komisi Eropa terkait kebijakan harga tiket Piala Dunia FIFA 2026 yang dinilai tidak adil dan merugikan konsumen. Pengaduan tersebut diajukan oleh Football Supporters Europe (FSE) bersama Euroconsumers. Keduanya menuding FIFA menyalahgunakan posisi dominannya dalam penjualan tiket dengan menerapkan harga yang dinilai berlebihan. Dalam pernyataan bersama, FSE dan Euroconsumers menyebut FIFA memiliki monopoli penuh atas distribusi tiket Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

FSE juga menyoroti praktik penjualan yang dinilai menekan konsumen serta kurangnya transparansi dalam proses distribusi tiket. Mereka meminta FIFA menghentikan skema harga dinamis, khususnya untuk pasar Eropa, serta membekukan harga pada tahap penjualan berikutnya. Selain itu, kritik juga diarahkan pada platform penjualan ulang resmi FIFA yang disebut memungkinkan tiket dijual jauh di atas harga awal. Dalam skema tersebut, FIFA disebut mengambil komisi hingga 30 persen dari setiap transaksi.

Menanggapi polemik tersebut, FIFA menyatakan belum menerima pengaduan resmi yang dimaksud. Organisasi itu menegaskan bahwa sebagai lembaga nirlaba, seluruh pendapatan dari Piala Dunia akan dikembalikan untuk pengembangan sepak bola global.

“FIFA memegang monopoli atas penjualan tiket Piala Dunia 2026 dan telah menggunakan kekuasaan itu untuk memaksakan persyaratan kepada penggemar yang tidak akan pernah dapat diterima di pasar yang kompetitif,” demikian isi pernyataan tersebut.

“Penetapan harga dinamis mengubah loyalitas penggemar menjadi perang penawaran, menaikkan biaya tanpa nilai tambah, dan mengucilkan banyak pendukung,” ujar Els Bruggeman kepala kebijakan dan penegakan hukum di Euroconsumers.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *