JAKARTA – Amerika Serikat tengah mempersiapkan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah di tengah eskalasi konflik dengan Iran yang telah memasuki pekan keempat. Dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Pentagon akan mengirim pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82, unit elit Angkatan Darat AS berbasis di Fort Bragg, dengan perkiraan jumlah 3.000 hingga 4.000 personel. Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan bahwa Presiden Donald Trump memiliki semua opsi militer yang dapat digunakan.

Rencana pengerahan ini merupakan kelanjutan dari peningkatan kehadiran militer AS di kawasan, dengan jumlah pasukan sebelumnya telah mencapai sekitar 50.000 personel. Sejak operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, tercatat sekitar 9.000 target di wilayah Iran telah diserang. Konflik tersebut juga menelan korban di pihak militer AS, dengan 13 tentara tewas dan 290 lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar telah kembali bertugas sementara sejumlah lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Meskipun Trump sebelumnya menyatakan peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi masih terbuka dan mengklaim telah terjadi pembicaraan “produktif” dengan Teheran, klaim tersebut dibantah oleh pihak Iran. Sumber menyebutkan belum ada keputusan resmi untuk mengerahkan pasukan langsung ke wilayah Iran, dengan penempatan lebih difokuskan untuk memperkuat kesiapan operasi militer jika diperlukan di masa mendatang. Penambahan kekuatan militer ini dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi konflik yang telah berdampak signifikan terhadap stabilitas pasar global.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *