Jakarta – Penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, terus berkembang. Insiden yang terjadi pada Kamis (12/3) malam ini diduga melibatkan empat orang pelaku yang telah membuntuti korban sebelum melancarkan aksinya. Akibat serangan tersebut, helm yang dikenakan korban melepuh dan pakaiannya meleleh, sementara Andrie mengalami luka serius pada bagian dada, lengan, serta wajah.

Pihak kepolisian kini tengah menyoroti beredarnya foto-foto terduga pelaku di media sosial yang dipastikan sebagai hasil rekayasa artificial intelligence (AI). Polisi menegaskan bahwa konten tersebut merupakan hoaks yang sengaja disebarkan oleh jaringan pelaku untuk mengaburkan fakta hukum dan menghambat proses penyelidikan. Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai identitas pelaku yang beredar dari sumber tidak valid tersebut.

Meski dihantam isu hoaks, penyidik telah mengamankan rekaman CCTV dengan resolusi tinggi dari berbagai titik di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut kini tengah didalami secara intensif untuk mengidentifikasi sosok pelaku yang sebenarnya. Polisi optimis bukti visual yang jelas ini akan menjadi kunci utama dalam mengungkap jaringan di balik penganiayaan berat tersebut.

“Polres Jakarta Pusat (telah) meminta visum et repertum awal terhadap kondisi luka dari saksi korban AY. Ada beberapa bagian tubuh yang kemudian terkena: dada, ada wajah, dan tangan. Tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan atau 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.

“Jadi jika rekan-rekan banyak melihat atau menerima atau kiriman link atau unggahan di media sosial berupa dugaan sosok pelaku, dugaan identitas pelaku, itu kami pastikan bahwa itu adalah hoax atau tidak benar. Karena itu hasil rekayasa artificial intelligence. Kami duga, ini juga salah satu upaya yang dilakukan jaringan dan pelaku untuk mengaburkan arah fakta-fakta hukum yang diperoleh,” ucap Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *