Teheran – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas menyusul peringatan keras dari Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pernyataan resmi pada Minggu (15/3/2026), IRGC menegaskan komitmen mereka untuk mengejar dan menghabisi nyawa pemimpin Israel tersebut. Ancaman ini muncul di tengah simpang siur informasi di media sosial mengenai kondisi terkini Netanyahu, meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait cedera atau serangan langsung yang menyasarnya.

Retorika tajam dari pihak militer Iran ini mencerminkan eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, serta Amerika Serikat setelah rentetan aksi saling balas di kawasan tersebut. Mengutip laman France24, Minggu (15/3), situasi diplomatik semakin pelik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan belum bersedia menyepakati perjanjian dengan Iran. Trump menilai syarat-syarat yang diajukan dalam negosiasi saat ini belum cukup mengakomodasi kepentingan nasional Amerika Serikat.

Para pengamat memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan verbal ini berpotensi memperburuk stabilitas di Timur Tengah, terutama mengingat posisi Amerika Serikat sebagai sekutu utama Tel Aviv. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Israel belum memberikan respons resmi terkait ancaman langsung yang dilontarkan oleh Garda Revolusi Iran tersebut.

Kutipan:
“IRGC menyebut akan ‘mengejar dan membunuh’ Netanyahu jika ia masih hidup.”
“Trump mengatakan persyaratan yang diajukan dalam pembicaraan saat ini belum cukup memenuhi kepentingan Amerika Serikat.”

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *