Surabaya – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjamin kesiapan total infrastruktur dan layanan transportasi nasional guna memastikan arus mudik serta balik Lebaran 2026 berjalan lancar. Langkah strategis yang disiapkan mencakup pemeriksaan kelayakan moda, pemberian diskon tarif tiket, penyelenggaraan mudik gratis, kebijakan WFA, hingga rekayasa lalu lintas dan penyediaan armada tambahan. Kemenhub juga mengaktifkan operasi digital melalui pelaporan simpul transportasi, live streaming drone, serta integrasi 7.159 CCTV yang bekerja sama dengan berbagai instansi untuk memantau pergerakan masyarakat secara real-time.
Guna mengantisipasi lonjakan di titik krusial, pemerintah menyiapkan skema buffer zone berlapis di rest area jalan tol dan area pelabuhan untuk mencegah penumpukan kendaraan di Merak. Selain itu, koordinasi lintas sektoral telah menetapkan lima jalur penyeberangan utama dari Jawa ke Sumatera serta jalur Ketapang–Gilimanuk dan Jangkar–Lembar menuju Bali dan NTB. Kesiapan ini menjadi krusial mengingat hasil survei memprediksi pergerakan masyarakat mencapai 143,91 juta orang, meskipun tren mobilitas tahun-tahun sebelumnya seringkali melampaui angka perkiraan survei tersebut.
Antisipasi khusus juga diarahkan pada potensi pembatasan operasional penyeberangan Jawa-Bali akibat jadwal perayaan Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri. Selain pemantauan infrastruktur fisik, Kemenhub secara intensif memantau peringatan dini cuaca dari BMKG guna menjamin keamanan perjalanan di seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan penyeberangan.
“Pemerintah telah melakukan berbagai kesiapan, meliputi kesiapan sarana dan prasarana transportasi darat, laut, udara dan penyeberangan,” katanya, Kamis (12/2/2026) yang dikutip Antara.
“Namun dalam realisasinya, jumlah pergerakan pada Tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei,” jelas Menhub.

