Jakarta – Selasa, 10 Maret 2026, Perdana Menteri Qatar menuding Iran telah mengkhianati Doha dengan menyerang negara-negara Teluk dan mendesak semua pihak yang terlibat perang untuk berunding. Ia menilai serangan tersebut justru memperburuk situasi keamanan di kawasan dan berpotensi memperluas konflik yang sedang berlangsung.
Perdana Menteri Qatar menyebut serangan itu telah direncanakan tak lama setelah perang dimulai. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan Teluk telah meningkat sejak awal konflik dan memerlukan upaya diplomasi agar tidak semakin meluas.
Sejumlah besar drone dan rudal Iran telah membombardir negara-negara Teluk sebagai balasan atas serangan yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel. Serangan balasan tersebut memicu kekhawatiran berbagai pihak karena berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

