Jakarta – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan komitmennya untuk mendukung pertahanan Arab Saudi menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Dalam pembicaraan telepon dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada Jumat (6/3), Starmer memastikan kesiapan London membantu keamanan Kerajaan, terutama setelah Saudi melaporkan adanya intersepsi rudal jelajah dan drone di wilayah mereka. Konflik yang kini memasuki hari ketujuh tersebut telah memicu kekacauan pada sektor energi serta transportasi di kawasan Teluk.
Sebagai langkah konkret, Inggris telah mengerahkan empat jet tempur Typhoon ke Qatar dan berencana mengirim kapal perusak HMS Dragon untuk memperkuat operasi pertahanan udara. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ancaman regional, termasuk serangan drone terhadap pangkalan udara Inggris di Siprus yang diduga dilakukan oleh kelompok Hizbullah. Meski demikian, Starmer tetap menghadapi tekanan politik di dalam negeri dari pihak oposisi yang menganggap respons pemerintahannya terhadap krisis ini cenderung lamban.
Di sisi lain, Amerika Serikat melalui Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengeklaim pihaknya segera menguasai wilayah udara Iran dalam kurun waktu empat hingga enam minggu ke depan. Washington kini mulai mempertimbangkan sejumlah kandidat potensial untuk memimpin Iran di masa depan, sejalan dengan pernyataan Presiden Donald Trump mengenai target “penyerahan tanpa syarat” melalui Operasi Epic Fury. Trump menegaskan bahwa operasi militer tidak akan berhenti hingga Iran tidak lagi menjadi ancaman bagi keamanan Amerika Serikat.
“Inggris siap mendukung pertahanan Kerajaan Arab Saudi jika diperlukan. Para pemimpin juga membahas peningkatan kerja sama intelijen untuk mendukung operasi pertahanan dan melindungi warga sipil.” — Juru Bicara PM Inggris
“Saya tahu ada sejumlah orang yang sedang dipertimbangkan oleh badan intelijen kami dan pemerintah Amerika Serikat, tetapi saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang itu.” — Karoline Leavitt, Sekretaris Pers White House

