JAKARTA – Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mendamaikan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam wawancara di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026), JK menilai niat tersebut baik, namun meragukan efektivitasnya mengingat kompleksitas konflik Timur Tengah. “Ya niat, rencana itu baik saja, tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Israel dengan Palestina saja sulit didamaikan, karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat Amerika,” ujar JK.

Menurut JK, ketidakseimbangan kekuatan menjadi kendala utama dalam upaya perdamaian. Ia mencontohkan perjanjian Indonesia dengan Amerika yang dinilainya tidak seimbang. “Sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian yang tidak setara, yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika, bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini,” tegasnya. JK juga menyoroti kondisi kacau di negara-negara Islam seperti Pakistan, Afghanistan, Yaman, dan Suriah.

Di tengah situasi global yang memanas, JK mengajak semua pihak menjaga kedamaian Indonesia yang relatif lebih aman dibanding negara Islam lainnya. Pernyataan JK ini merespons serangan gabungan Israel-AS ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Kabinet Iran berjanji akan membalas kematian Khamenei yang disebut sebagai “kejahatan besar” dalam pernyataan resmi mereka.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *