Jakarta – Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengkritik keras rencana PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000 mobil niaga dari India menggunakan dana APBN. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan perekonomian nasional dan bertentangan dengan semangat penguatan industri dalam negeri yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. “Presiden mencanangkan berbagai program untuk memperkuat perekonomian domestik, terutama membangkitkan ekonomi pedesaan. Arsitektur perekonomian ini harus dipahami utuh oleh seluruh jajaran, termasuk BUMN,” ujar Said dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Said mengutip kajian Celios yang menyebut impor ini berpotensi menggerus PDB hingga Rp39,29 triliun, menurunkan pendapatan masyarakat Rp39 triliun, memangkas surplus industri otomotif Rp21,67 triliun, dan menekan penerimaan pajak bersih Rp240 miliar. Ia menyoroti bahwa pengadaan hampir setara produksi mobil niaga nasional setahun ini menggunakan APBN multiyears di tengah keterbatasan fiskal, sementara sektor manufaktur nasional tumbuh di bawah PDB sejak 2011 dan lebih dari satu juta sarjana masih menganggur.

Said mempertanyakan apakah PT Agrinas telah berkomunikasi dengan produsen otomotif dalam negeri seperti Gaikindo. Ia menegaskan efisiensi tidak boleh menjadi satu-satunya dasar kebijakan karena layanan purnajual dan suku cadang berpotensi membuat biaya lebih mahal. “Dengan memilih jalan impor, PT Agrinas justru abai untuk memperkuat industri nasional. Lebih bijak langkah ini bukan hanya dipikir ulang, tetapi dibatalkan,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *