JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pengalamannya saat menghadapi gelombang skeptisisme hingga ejekan dari kalangan terdidik saat meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun lalu. Prabowo mengaku heran lantaran hinaan tersebut justru banyak datang dari para profesor dan tokoh berpendidikan yang meragukan keberhasilan program tersebut serta menuduhnya hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.

Meski sempat diragukan, Presiden menegaskan bahwa dirinya tetap optimistis berada di jalur yang benar demi memperbaiki gizi anak-anak di seluruh Indonesia. Per hari ini, program MBG tercatat telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, sebuah angka yang ia sebut setara dengan memberi makan seluruh penduduk di negara Afrika Selatan.

Prabowo pun secara khusus meminta agar rekaman-rekaman pernyataan pihak yang sempat meramalkan kegagalan program ini dikumpulkan kembali sebagai pengingat. Ia menyayangkan sikap para pengkritik tersebut yang semula menganggap niat baik pemerintah sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa, padahal manfaatnya kini sudah mulai dirasakan secara luas.

“Waktu saya lancarkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekin, saya dituduh macam-macam. saya juga tak ngerti bahkan yang banyak ejek adalah yang terdidik, profesor-profesor terkenal ejek dan hina saya,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta 18 gudang ketahanan pangan Polri, Jakarta, Jumat (13/2).

“Bagi mereka yang waktu kita baru mulai satu bulan kita sudah dihina, sudah diramalkan pasti gagal, Pak Qodari tolong dikumpulin video klip yang ramal kita pasti gagal, yang katakan saya hina bangsa Indonesia,” ujarnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *