Surabaya – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Surabaya, Sururil Faizin, memastikan kesiapan ribuan jemaah calon haji asal Surabaya untuk keberangkatan tahun 2026. Melalui kegiatan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi, pemerintah berkomitmen membekali jemaah agar memiliki kemandirian, baik secara ibadah maupun teknis, sebelum bertolak ke tanah suci pada April mendatang.

“Tujuannya adalah membekali jemaah agar mandiri dan bisa memberi solusi ketika mereka menemukan hal-hal yang tidak dikehendaki. Secara ibadah maupun teknis, mereka kita berikan bekal mulai dari tingkat kota hingga tingkat kecamatan nanti,” ujar Sururil

Penyelenggaraan haji tahun ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” sebagai prioritas layanan. Mengingat adanya jemaah lansia dengan usia mencapai 86 tahun serta dominasi jemaah perempuan, Kemenhaj telah menyiapkan skema pendampingan khusus dari petugas kloter dan tim medis guna menjamin keamanan serta kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.

Selain kesiapan mental dan fisik, pihak Kemenhaj juga mengonfirmasi bahwa proses administrasi berjalan lancar dengan ribuan paspor yang telah dikirim untuk pemvisaan. Mengingat ibadah haji merupakan ibadah fisik yang berat, jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan secara ekstra dan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna memastikan kelayakan terbang sebagai syarat mutlak keberangkatan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *