Surabaya – Komitmen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam membangun
reputasi internasional terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi global. Salah satu
langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Program Fellowship Fakultas Kedokteran
(FK) Unusa bersama University Sains Malaysia (USM) yang telah berlangsung selama dua
tahun terakhir.
Program ini menjadi wujud nyata kontribusi Unusa dalam mendukung Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-
17 tentang penguatan kemitraan global.
Terbaru, FK Unusa melepas peserta fellowship asal USM, dr. Al Hafiz bin Ibrahim,
yang telah menyelesaikan program pendalaman keilmuan Intervention Pain Management
(IPM) selama enam bulan di Surabaya sejak Agustus 2025.
Program fellowship ini menegaskan posisi FK Unusa sebagai salah satu pusat
pengembangan IPM di Indonesia yang memiliki daya tarik akademik hingga tingkat
regional Asia Tenggara.
Koordinator program fellowship sekaligus pakar rehabilitasi medik FK Unusa, Dr. dr.
Rita Vivera Pane, Sp.KFR (K), FIPP, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya
sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang pertukaran pengalaman klinis dan
penguatan jejaring akademik internasional.
“FK Unusa terus mengembangkan keilmuan Intervention Pain Management melalui
kolaborasi dengan berbagai kolegium profesi di Indonesia. Program fellowship ini menjadi
salah satu bentuk kontribusi kami dalam memperluas manfaat keilmuan tersebut hingga
tingkat internasional,” jelasnya.
Selama mengikuti program, dr. Al Hafiz menjalani berbagai aktivitas akademik dan
klinis yang komprehensif, mulai dari sesi pembelajaran klinis, perkuliahan, workshop,
konferensi ilmiah, hingga pelatihan teknologi diagnostik berbasis ultrasound scanning.
Proses pembelajaran berlangsung di Rumah Sakit Haji Surabaya yang menjadi mitra
pendidikan klinis FK Unusa.
Menurut dr. Al Hafiz, pengalaman belajar di Unusa memberikan perspektif baru
dalam praktik rehabilitasi medik berbasis pendekatan intervensi.
“Program ini memberikan pengalaman akademik dan klinis yang sangat lengkap.
Selain memperdalam kompetensi klinis, saya juga mendapatkan kesempatan berdiskusi
dan berbagi pengalaman dengan dokter muda di Indonesia,” ungkapnya.
Program fellowship USM di FK Unusa telah diikuti tiga peserta internasional. Alumni
pertama, dr. Hasyimah, kini berperan sebagai pengajar IPM di Malaysia. Program tersebut
kemudian dilanjutkan oleh dr. Ashari, dan terbaru dr. Al Hafiz. Keberlanjutan program ini
menunjukkan tingkat kepercayaan institusi mitra terhadap kualitas pendidikan dan
pengembangan keilmuan di FK Unusa.
Dr. Rita menambahkan bahwa pengembangan sumber daya manusia kesehatan
menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi medik. Indonesia,menurutnya, memiliki potensi besar dalam pengembangan kompetensi tenaga medis
yang kompetitif di tingkat regional.
“Sumber daya manusia Indonesia memiliki kemampuan yang sangat baik. Ke depan,
penguatan kompetensi tersebut perlu terus didukung dengan peningkatan fasilitas
layanan kesehatan agar mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng.,
menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan menjadi salah satu strategi utama
dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi.
Menurutnya, kerja sama antara Unusa dan USM merupakan contoh kolaborasi
strategis yang tidak hanya berdampak pada pengembangan akademik, tetapi juga
memperluas jejaring riset dan inovasi kesehatan.
“Program fellowship ini menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama
internasional yang lebih luas. Ke depan, kolaborasi dapat dikembangkan melalui
pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengembangan inovasi layanan
kesehatan,” jelasnya.
Melalui berbagai program kolaborasi global, FK Unusa terus memperkuat posisinya
sebagai institusi pendidikan kedokteran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan dan kebutuhan layanan kesehatan modern. Kolaborasi internasional seperti
fellowship USM menjadi bagian dari upaya Unusa dalam mencetak tenaga medis unggul
yang mampu berkontribusi pada pengembangan layanan kesehatan di tingkat nasional
maupun global.(ss)
