NTT – Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat signifikan pada Selasa (27/1/2026) dini hari, dengan tercatat 38 kali letusan dalam rentang pukul 00.00 hingga 06.00 WITA. Letusan ini disertai lontaran lava pijar mencapai ketinggian sekitar 200 meter dari mulut kawah, menurut data pengamatan Pos Gunung Api setempat. Pemerintah melalui Badan Geologi dan Pos Pengamatan meminta warga serta wisatawan untuk menjauhi area dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, guna mengantisipasi potensi bahaya guguran lava maupun awan panas.

Keaktifan Ile Lewotolok ini merupakan lanjutan dari serangkaian erupsi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, seiring gunung dengan status Level III Siaga terus menunjukkan peningkatan kegempaan dan aktivitas vulkanik. Material pijar dan lontaran asap abu terlihat meluncur ke sektor selatan dan tenggara, sementara amplitudo getaran tercatat berulang pada alat seismograf sebagai indikasi aktivitas magma di bawah permukaan. Badan Geologi menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi memicu ancaman lebih lanjut, termasuk hujan abu di wilayah permukiman dan gangguan kesehatan akibat partikel vulkanik.

Respons antisipatif juga ditunjukkan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait yang intens memantau perkembangan situasi. Selain imbauan keselamatan, pemerintah lokal menyiapkan jalur evakuasi dan komunikasi intensif dengan masyarakat sekitar untuk kesiapsiagaan darurat. Warga di 27 desa di Lembata telah melaporkan dampak hujan abu vulkanik yang menutupi pemukiman dan lahan pertanian, sehingga langkah mitigasi terus diperkuat guna mengurangi risiko sosial-ekonomi akibat erupsi ini.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *