Maros – Seluruh Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Operasi SAR Ditutup
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) atas kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi dinyatakan selesai pada hari ketujuh pencarian, Jumat (23/1). Seluruh 10 korban yang berada di dalam pesawat telah berhasil ditemukan dalam berbagai kondisi, sehingga Basarnas dan unsur SAR gabungan menutup operasi pencarian di lokasi. Pernyataan resmi penutupan ini disampaikan oleh Kepala Basarnas RI setelah seluruh jenazah dievakuasi, mengakhiri upaya yang berlangsung sejak pesawat dilaporkan jatuh pekan lalu.
Kecelakaan itu terjadi saat pesawat jenis ATR yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport sedang melakukan penerbangan domestik dan hilang kontak sebelum akhirnya jatuh di pegunungan Bulusaraung. Tim SAR menghadapi medan sulit yang ditandai dengan lereng terjal dan cuaca ekstrem, namun berhasil menyisir seluruh area hingga akhirnya menemukan paket terakhir jenazah di lereng gunung pada Jumat pagi. Momen penemuan ini dibarengi dengan suasana haru dan rasa syukur dari personel tim SAR gabungan, termasuk TNI/Polri dan relawan yang terlibat dalam operasi.
Dengan selesainya operasi SAR, proses penanganan berikutnya kini berfokus pada identifikasi jenazah oleh tim DVI Polri dan penanganan administratif termasuk hak-hak asuransi korban, yang akan diproses sesuai ketentuan. Ketua tim dari perusahaan operator juga memastikan bahwa seluruh hak perlindungan peserta yang menjadi korban akan dipenuhi. Meskipun operasi pencarian fisik resmi ditutup, sejumlah pihak termasuk otoritas keselamatan transportasi nasional akan melanjutkan investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut, termasuk analisis terhadap black box yang ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat.
