Moras – Tim gabungan Search and Rescue (SAR) yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan masih intens melakukan operasi pencarian di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan setelah ditemukan serpihan pesawat ATR 42-500 pada akhir pekan lalu. Lokasi pencarian kini difokuskan di sekitar titik penemuan bagian badan pesawat, mesin, dan barang milik penumpang yang tersebar di medan pegunungan dengan kontur curam. Sebanyak sembilan unit SAR telah disebar ke berbagai sektor untuk memperluas jangkauan penyisiran dan mempercepat proses evakuasi korban.

Medan dan Cuaca Tantangan Utama Operasi, Operasi pencarian yang memasuki hari keempat menghadapi kendala berat berupa medan yang terjal dan cuaca cepat berubah, termasuk kabut tebal serta angin kencang yang menyulitkan pergerakan tim darat maupun udara. Meskipun demikian, tim tetap mengatur strategi dengan membagi tugas secara terukur dan melibatkan helikopter untuk pemantauan udara dari Lanud Hasanuddin guna mendapatkan data lebih akurat dalam menyisir jalur evakuasi dan titik-titik serpihan pesawat. Prioritas utama SAR saat ini adalah menemukan korban yang masih mungkin selamat dan memulihkan jenazah untuk diserahkan kepada keluarga mereka.

Penemuan Korban dan Harapan Keluarga Hingga saat ini, beberapa korban telah ditemukan di lokasi kejadian, termasuk satu korban perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR. Evakuasi jenazah dilakukan melalui rute yang aman dan menunggu cuaca membaik untuk mempercepat proses penanganan lebih lanjut. Keluarga korban yang menunggu kabar di posko-posko pencarian di Makassar dan bandara setempat terus berharap akan ada kabar baik dari tim di lapangan, sambil mendukung upaya maksimal dari seluruh pihak yang terlibat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *