Boyolali, Jawa Tengah — Sebuah musibah menimpa salah satu pendaki di Gunung Merbabu pada masa akhir tahun ini. Seorang wanita pendaki dilaporkan meninggal dunia setelah disambar petir di jalur Suwanting, salah satu rute pendakian menuju puncak Merbabu, pada tanggal 25 Desember 2025. Kejadian ini terjadi menjadi salah satu faktor utama penutupan sementara seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu. Korban, Mella Irwanti Kusuma (22), sempat mendapatkan pertolongan di lokasi sebelum dievakuasi ke Basecamp Suwanting dan kemudian dibawa ke RSUD Muntilan untuk pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa Mella meninggal dunia murni akibat sambaran petir, dengan menemukan luka bakar serta pola khas serangan listrik di beberapa bagian tubuhnya. Secara medis, luka tersebut menunjukkan tanda yang konsisten dengan petir, tanpa indikasi kekerasan lain. Hasil pemeriksaan dokter yang menangani menyebutkan adanya luka bakar di leher, dada, selangka, pinggang, dan panggul, serta kerusakan jaringan yang khas sebagai dampak langsung sambaran petir. Selain itu, beberapa bekas luka di pergelangan tangan menunjukkan bentuk yang umum dijumpai pada korban serangan petir.

Menindaklanjuti kejadian tragis tersebut dan memitigasi risiko terhadap keselamatan pendaki, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengumumkan penutupan total seluruh jalur pendakian mulai 1 Januari hingga 28 Februari 2026. Penutupan ini berlaku untuk seluruh rute resmi, termasuk jalur Selo, Boyolali, Suwanting, Wekas di Magelang, serta jalur Tekelan dan Cuntel di Kabupaten Semarang. Kepala BTNGMb, Anggit Haryoso, menyatakan bahwa keputusan ini diambil menyusul data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengindikasikan potensi perubahan cuaca ekstrem di wilayah pegunungan Jawa Tengah. Kondisi tersebut mencakup hujan lebat tiba-tiba, angin kencang, serta petir, yang akan sangat berbahaya bagi para pendaki

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *