Jakarta — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan bersama dengan sejumlah pengusaha menggerakkan aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Pulau Sumatra. Bantuan yang merupakan bagian dari program kemitraan dan filantropi itu diberangkatkan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Semarang 594 milik TNI Angkatan Laut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Upaya gotong royong ini menggabungkan keterlibatan negara dan sektor swasta dalam merespons dampak berat banjir serta tanah longsor yang melanda sejumlah provinsi di Sumatra.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha—termasuk pegiat program Corporate Social Responsibility (CSR) seperti PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP)—yang ikut menyumbangkan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok bagi para korban. Menurut AHY, kondisi di wilayah terdampak sangat memerlukan dukungan baik logistik maupun solidaritas dari masyarakat luas, sehingga upaya penyediaan bantuan melalui Kolinlamil TNI AL sangat penting dalam menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau.

“Terima kasih pada para tokoh yang sudah hadir, tentunya juga menjadi bagian dari kepedulian termasuk filantropi, Pak Jusuf Hamka. Selalu kita nantikan kebaikan hati Bapak untuk bisa memberikan atau turut membantu masyarakat kita yang ada di daerah bencana,” kata AHY dalam keterangannya, Selasa (23/12).

Salah seorang pengusaha, Jusuf Hamka, menjelaskan bahwa bantuan yang dikirimkan mencakup bahan makanan pokok, perlengkapan harian untuk bayi dan ibu, serta alat kesehatan, yang telah dianggarkan melalui program CSR perusahaan hingga tahun mendatang. Ia juga menyerukan agar seluruh elemen masyarakat bersatu membantu para korban bencana dengan semangat gotong royong, bukan sekadar mengkritik, tetapi memberi dukungan nyata sesuai kemampuan masing-masing. Kerja sama ini tidak hanya melalui kapal TNI AL, tetapi juga melibatkan organisasi lain seperti Lembaga Matahari Pagi, KNPI, dan Kantor Staf Presiden demi percepatan pemulihan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *