Boyolali- Kabar duka sekaligus peringatan keras bagi para pecinta alam kembali datang dari kawasan Gunung Merapi. Tiga pendaki dilaporkan mengalami musibah saat melakukan pendakian ilegal di Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah. Meski status gunung masih berada pada Level III (Siaga) dan jalur pendakian resmi ditutup, para pendaki tersebut nekat mendaki melalui jalur tidak resmi. Insiden bermula ketika mereka menghadapi medan ekstrem yang menyebabkan salah satu pendaki terjatuh ke dalam jurang, sementara dua rekan lainnya dinyatakan hilang kontak.
Satu pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat berjuang menyelamatkan diri dari dasar jurang. Korban yang ditemukan mengalami luka-luka dan trauma, namun segera mendapatkan pertolongan medis dari tim penyelamat. Keberhasilan penyintas ini menjadi titik awal bagi Tim SAR gabungan untuk menentukan koordinat terakhir keberadaan dua pendaki lainnya yang hingga kini masih dalam proses pencarian intensif.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel BTNGM dan relawan kini fokus melakukan penyisiran di area tebing curam dengan kendala cuaca ekstrem dan kabut tebal. Pihak otoritas kembali memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendakian ilegal demi keselamatan nyawa. Proses pencarian terus diupayakan secara maksimal sembari memantau aktivitas vulkanik Merapi yang masih fluktuatif dan berisiko tinggi bagi tim di lapangan.
