Jakarta- Kementerian Agama Republik Indonesia masih melakukan pendataan terhadap pesantren yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Bencana banjir dan longsor menyebabkan kerusakan pada fasilitas pesantren, mengganggu aktivitas belajar mengajar para santri.

Menteri Agama menyebut pendataan belum rampung karena keterbatasan akses di beberapa lokasi terdampak. Kemenag terus berkoordinasi dengan kantor wilayah serta pemerintah daerah untuk memastikan data yang dikumpulkan mencakup kondisi bangunan, jumlah santri, dan kebutuhan mendesak di lapangan.

Data tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan dan langkah pemulihan pesantren terdampak. Pemerintah berkomitmen mendukung pemulihan sarana pendidikan keagamaan agar kegiatan pesantren dapat kembali berjalan normal pascabencana.

“Kami sudah punya datanya di publikasi kami kemarin ada berapa jumlahnya saya tidak hafal sekarang,” Ujar Nassarudin Umar selaku Kemenag

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *