Jakarta – Insiden kericuhan melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) asal China terjadi di area perusahaan tambang emas PT SRM di Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu (14/12/2025). Mereka diduga membawa senjata tajam dan airsoft gun, menyerang hingga menyebabkan lima anggota TNI menjadi korban, serta merusak kendaraan perusahaan. “Dalam aksi penyerangan ini, satu mobil dan sepeda motor perusahaan kami dirusak oleh WN China,” jelas Chief Security PT SRM, Imran Kurniawan, seperti dilaporkan detikKalimantan.

Pasca insiden, pihak imigrasi mengamankan 26 WNA untuk proses hukum lebih lanjut. Jumlah tersebut berpotensi bertambah karena total WNA di lokasi mencapai 34 orang. “Saat ini rencananya akan dilakukan proses pendalaman oleh pihak Polda. … Dan untuk WNA-nya saat ini sudah diamankan di Kantor Imigrasi Ketapang,” kata Plt. Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman. Sebagian WNA lainnya belum diamankan dengan alasan seperti perpanjangan visa, berobat, atau masih berada di penginapan setempat.

Penyebab awal insiden diduga ketika empat WNA China menerbangkan drone di area perusahaan. Motif kericuhan ini masih diselidiki oleh kepolisian. “Sementara masih kami klarifikasi terlebih dulu dengan pihak-pihak terkait untuk berita tersebut,” jelas Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, menandakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap alasan di balik aksi tersebut.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *