Aceh – Dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF dan UNDP, telah merespons permintaan resmi Pemerintah Provinsi Aceh untuk terlibat dalam penanganan bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Melalui keterangan Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia pada Selasa (16/12/2025), disebutkan bahwa surat resmi dari Pemprov Aceh telah diterima pada Minggu (14/12). Saat ini, kedua lembaga sedang melakukan peninjauan mendalam untuk menentukan bentuk dukungan terbaik yang dapat diberikan, dengan tetap berpegang pada prinsip mendukung upaya tanggap darurat yang dipimpin oleh pemerintah Indonesia.

UNICEF, yang fokus pada kesejahteraan anak, menyatakan telah bekerja erat dengan pemerintah sejak awal bencana dan timnya telah berada di lapangan di Aceh. Sementara itu, UNDP, yang berfokus pada program pembangunan, sedang meninjau dukungan untuk pemulihan dini (early recovery) dan penguatan kapasitas tim penanggulangan bencana. Keduanya menekankan bahwa koordinasi dengan otoritas terkait adalah kunci untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas di mana kontribusi mereka dapat paling efektif.

PBB secara keseluruhan menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dukungan ini tidak hanya terbatas pada level provinsi tetapi juga diberikan di tingkat nasional melalui koordinasi dengan kementerian terkait. Pernyataan ini menegaskan kesiapan lembaga internasional untuk memperkuat kemitraan dan bantuan teknis guna membantu pemulihan masyarakat yang terdampak bencana skala besar ini.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *