Aceh – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya untuk mempercepat penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi pengungsi korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Perintah ini diberikan usai Presiden melakukan serangkaian kunjungan langsung ke sejumlah daerah terdampak pada awal Desember 2025. “Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk seluruh warga terdampak bencana di Sumatera, Presiden ingin secepat mungkin segera selesai terbangun,” jelas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya seperti dikutip Antara.
Berdasarkan laporan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, lebih dari 30.000 rumah warga di tiga provinsi tersebut mengalami kerusakan. Untuk penanganan segera, diusulkan agar pembangunan huntara dilakukan oleh satuan tugas TNI dan Polri, sedangkan huntap diserahkan kepada Kementerian PUPR. “Kemudian yang tidak pindah… rumahnya rusak, kami perbaiki oleh satgas BNPB,” lapor Suharyanto. Data korban diperkirakan masih akan bertambah seiring pendataan yang berlangsung.
Terkait anggaran, BNPB mengajukan alokasi dana sebesar Rp60 juta per unit untuk huntap dan Rp30 juta per unit untuk huntara. Huntara yang dibangun akan memiliki luas 36 meter persegi dan dilengkapi dengan kamar tidur serta fasilitas MCK. Pembiayaan ini diajukan untuk memastikan proses pemulihan dan relokasi korban bencana dapat segera terlaksana.
