Surabaya – Infertilitas masih menjadi tantangan bagi banyak pasangan di Indonesia, dengan prevalensi sekitar 10-15 persen. Dokter menekankan pentingnya tidak menunda pemeriksaan, terutama bagi pasangan berusia di atas 35 tahun. “Tapi kalau usia di atas 35, kita menyarankan jangan setahun, 6 bulan saja. 6 bulan mencoba terus-menerus,” tegas dr. Benediktus Arifin. Jika setelah waktu tersebut belum berhasil, dunia medis dapat menawarkan solusi seperti inseminasi atau bayi tabung (IVF).

Penyebab infertilitas bervariasi, bisa berasal dari faktor suami seperti kualitas sperma, atau faktor istri seperti gangguan pada indung telur dan saluran telur. “Nah, biasanya orang dengan gangguan di saluran telur itu memerlukan penanganan khusus misalnya bayi tabung,” jelas dr. Jimmy Yanuar Annas. Data keberhasilan IVF bervariasi, di mana Morula IVF mencatat angka keberhasilan 57 persen, sementara klinik lain berkisar antara 34-44 persen.

Oleh karena itu, perencanaan kehamilan yang matang sangat disarankan, termasuk menjaga gaya hidup sehat dan mengonsumsi nutrisi yang diperlukan. “Karena kan lifestyle-nya harus dijaga, nutrisinya harus disiapkan, asam folatnya harus disiapkan,” papar dr. Benediktus Arifin. Pasangan juga diingatkan untuk tidak menunda terlalu lama, karena “Kalau terlalu lama, kemampuan untuk hamil juga akan menurun,” pungkas dr. Achmad Rheza.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *