Surabaya – Kejuaraan Pencak Silat Piala KONI Surabaya 2025 resmi digelar dengan melibatkan 1.535 atlet. Ajang ini dimanfaatkan IPSI Kota Surabaya sebagai sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul untuk menghadapi berbagai kejuaraan besar di masa mendatang, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Ketua IPSI Kota Surabaya Bambang Haryo Soekartono menyebut kejuaraan ini menjadi seleksi awal menuju Popda 2026, Porprov 2027, hingga PON 2028. Ia menegaskan tradisi juara pencak silat Surabaya harus terus dijaga. “Hari ini kami melakukan seleksi untuk Popda, Porprov, dan PON mendatang. Kita harus bangga karena Surabaya melahirkan banyak juara dunia,” ujarnya, seraya menyinggung prestasi pesilat dunia seperti Sarah Tria Monita dan Amri Rusdana.

Bambang juga menargetkan Surabaya kembali menjadi juara umum pada Porprov 2027 di Kota Pahlawan. “Surabaya harus menjadi juara umum di Porprov 2027,” tegasnya. Senada, Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom optimistis akan lahir atlet berprestasi dari ajang ini. “Dari 1.500 atlet yang bertanding, saya yakin akan ada yang mampu membanggakan Indonesia,” katanya, seraya menekankan bahwa pencak silat adalah olahraga sekaligus warisan budaya bangsa.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *