Padang – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga 22 Desember 2025. Gubernur Mahyeldi menyatakan keputusan ini diambil karena proses pencarian korban belum tuntas, dengan 95 orang masih hilang. Ia menegaskan, “Perpanjangan masa tanggap darurat ini diperlukan karena belum rampungnya proses pencarian korban dan pendataan di lapangan.”
Data Dashboard Satu Data Bencana Sumbar per 8 Desember menunjukkan dampak bencana meluas ke 16 kabupaten/kota, dengan total 24.049 pengungsi, 113 luka-luka, 95 hilang, dan 234 meninggal dunia. Tiga wilayah tercatat tanpa korban jiwa dan luka: Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota. Mahyeldi juga menyoroti kondisi di Agam sebagai titik terparah, dengan “151 orang meninggal dan 55 orang hilang”, serta warga yang kembali mengungsi akibat hujan susulan.
Pemprov Sumbar bersama TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus memaksimalkan operasi pencarian dan pemulihan. Mahyeldi menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam penanganan darurat, sambil meminta dukungan publik. “Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Semoga proses pencarian serta pemulihan dapat segera tuntas,” ujarnya.
