Jakarta – Kemendiktisaintek menyiapkan anggaran Rp75,98 miliar untuk membantu biaya hidup mahasiswa dan dosen yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra. Wamendiktisaintek Fauzan menegaskan komitmen ini dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, dengan menyatakan, “Kami juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp75.986.474.452.” Program ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Selain bantuan biaya hidup, kementerian juga menggulirkan program pengabdian masyarakat tanggap darurat dengan pendanaan Rp46,53 miliar, serta menggerakkan penggalangan dana dari PTN, LLDIKTI, dan jajaran internal, yang menghasilkan bantuan Rp7,07 miliar. Fauzan menekankan, “Ini kami menggerakkan dari seluruh jajaran PTN, LLDIKTI, dan jajaran Kemendiktisaintek.” Langkah ini menjadi bagian dari respon cepat atas dampak bencana terhadap aktivitas kampus.
Hingga 6 Desember, tercatat 60 perguruan tinggi terdampak, mencakup 1.306 dosen dan 18.824 mahasiswa. Banyak kampus menghentikan kegiatan belajar karena akses terputus, listrik dan internet mati, serta kerusakan fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, perangkat komputer, hingga bangunan yang rapuh atau ambruk. Fauzan menutup dengan menegaskan kondisi lapangan yang sedang ditangani, “Ini adalah kondisi identifikasi yang selama ini kita lakukan dalam skema tahap penanggulangan darurat.”
