Sumatra Barat – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memastikan tim gabungan untuk menyelidiki dugaan penebangan liar di Sumbar sudah resmi dibentuk. Ia menegaskan, “Bareskrim sudah membentuk tim, nanti akan berkolaborasi dengan Polda Sumbar,” saat meninjau Posko Ante Mortem di RS Bhayangkara Padang.
Tim ini akan melakukan pendalaman atas praktik ilegal yang disorot publik setelah banjir bandang membawa lumpur dan tumpukan kayu.Penyelidikan ini dilakukan setelah maraknya dugaan pembalakan liar yang diduga memperparah bencana. Wakapolri menegaskan kepolisian tidak tinggal diam dan sudah mengambil tindakan. Aktivitas kayu gelondongan terbawa banjir menambah tekanan publik agar aparat mengusut tuntas rantai pembalakan tersebut.
Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI, ikut menekan pemerintah untuk bertindak tegas. Ia mengatakan, “Jika ada aktivitas pembalakan atau penambangan liar di wilayah hulu itu semuanya harus ditertibkan,” bahkan jika aktivitas itu berizin sekalipun. Titiek meminta izin yang berpotensi merusak lingkungan dibatalkan karena, “Dengan curah hujan yang seperti sekarang ini saja dampaknya sudah seperti ini.”
