Sumatera – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Sumatera pada Senin (1/12) untuk meninjau langsung lokasi terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bertolak dari Jakarta sekitar pukul 06.00 WIB, Presiden mendarat di Tapanuli Utara, Sumut, didampingi Mensetneg Prasetyo Hadi dan Setkab Teddy Indra Wijaya. Agenda kunjungan adalah mengevaluasi penanganan darurat dan memastikan kesiapan pemulihan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah desakan kuat dari berbagai pihak agar pemerintah menetapkan status Darurat Bencana Nasional. Koalisi Masyarakat Sipil Aceh dan Anggota DPR Nasir Djamil mendesak hal tersebut mengingat data BNPB per 30 November mencatat korban jiwa mencapai 442 orang, ribuan warga terisolasi, serta akses dan komunikasi terputus. Mereka berargumen dampak bencana yang meluas dan kerusakan infrastruktur yang parah telah melampaui kapasitas serta kemampuan fiskal pemerintah daerah, sehingga memerlukan intervensi dan sumber daya tingkat nasional.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa status “Bencana Nasional” adalah level tertinggi yang hanya diberikan untuk bencana dengan skala dampak yang luar biasa masif. Sebagai acuan, hanya Tsunami Aceh 2004 dan Pandemi Covid-19 yang pernah mendapat status tersebut. BNPB menilai penanganan saat ini masih dapat dilakukan tanpa penetapan status itu. Dengan demikian, terdapat perbedaan persepsi yang tajam antara pihak yang mendesak dan pemerintah mengenai tingkat kedaruratan dan skala bencana yang melanda Sumatera.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *