Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Muhammad Sarmuji, meminta KAI Commuter Indonesia (KCI) menanggapi informasi viral secara hati-hati dan memastikan perlindungan hak pekerja. Ia menekankan pentingnya verifikasi sebelum mengambil keputusan untuk mencegah persepsi keliru yang dapat merugikan pekerja maupun institusi. “Saya meminta manajemen KCI dan seluruh BUMN transportasi untuk berhati-hati sebelum memberikan sanksi atau mengambil keputusan penting berdasarkan informasi awal yang belum tentu benar,” ujarnya.
Sarmuji menyambut baik bantahan resmi KCI bahwa tidak ada pegawai yang dipecat terkait hilangnya tumbler penumpang. Ia menilai keterbukaan informasi penting untuk meredam persepsi negatif dan memastikan publik mendapatkan fakta. “KCI sudah menegaskan bahwa pemecatan pegawai tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada aturan kepegawaian dan ketenagakerjaan yang jelas. Itu langkah yang tepat,” katanya.
Legislator asal Jawa Timur itu juga mengingatkan perlunya evaluasi internal sambil tetap melindungi hak pekerja. Ia menekankan tanggung jawab penumpang menjaga barang pribadi dan memanfaatkan layanan lost and found di stasiun. “Petugas front liner bekerja dalam tekanan tinggi setiap hari. Jangan sampai mereka menjadi korban dari miskomunikasi atau rumor yang belum terverifikasi. Evaluasi penting, tapi harus disertai perlindungan terhadap hak-hak pekerja,” tegas Sarmuji.
