Papua – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyatakan keprihatinan mendalam atas meninggalnya ibu hamil Irene Sokoy dan bayi dalam kandungannya setelah ditolak empat rumah sakit di Jayapura, Papua. Komisioner Komnas Perempuan Chatarina Pancer Istiyani menyayangkan ketiadaan pertolongan medis yang memadai bagi ibu hamil tersebut, baik dari sisi tenaga dokter maupun kelengkapan peralatan medis. Kejadian ini menunjukkan ketidakmampuan sumber daya manusia di rumah sakit setempat dalam menangani pasien dalam kondisi kedaruratan medis.
Menanggapi tragedi ini, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan dilakukan audit menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk menurunkan tim khusus ke Jayapura guna mengaudit aspek teknis pelayanan medis dan tata kelola rumah sakit. Audit akan mencakup evaluasi terhadap fasilitas, SDM, regulasi, dan sistem pelayanan kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Gubernur Papua Matius D Fakhiri menyampaikan permohonan maaf dan berduka atas kejadian yang disebutnya sebagai contoh buruknya pelayanan medis di Papua. Irene Sokoy yang merupakan warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, meninggal dalam perjalanan bolak-balik menuju RSUD Dok II Jayapura setelah ditolak beberapa rumah sakit pada Senin (17/11). Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
