Hong Kong – Hong Kong semakin mengukuhkan posisinya sebagai safe haven bagi arus modal global dengan total simpanan di sistem perbankannya mencapai HK$19,1 triliun (setara US$2,4 triliun) per September 2025. Data dari Hong Kong Monetary Authority (HKMA) menunjukkan kenaikan 1,3% dari bulan sebelumnya dan peningkatan kumulatif 10,2% sepanjang tahun 2025, setara dengan Rp39,97 kuadriliun. Lonjakan simpanan ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap stabilitas sektor keuangan Hong Kong di tengah ketegangan dan gejolak pasar dunia.
Stabilitas Hong Kong sebagai destinasi favorit modal global didukung oleh tiga pilar utama: Linked Exchange Rate System (LERS) yang mempertahankan nilai tukar dolar Hong Kong dalam rentang HK$7,75-7,85 per dolar AS sejak 1983, kebebasan arus modal tanpa batasan ketat, serta sistem hukum berbasis common law dengan rezim pajak rendah. Selain sektor keuangan, kinerja ekspor Hong Kong juga tetap tangguh dengan pertumbuhan 11,3% dalam tiga kuartal pertama 2025, mencatatkan ekspansi selama 19 bulan berturut-turut meski dalam tekanan perang tarif global.
Perekonomian Hong Kong semakin diperkuat oleh perkembangan sektor maritim dengan berdirinya Hong Kong Shipowners Mutual Assurance Association sebagai protection & indemnity club pertama yang memilih Hong Kong sebagai markas globalnya, serta pemulihan kuat sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) yang mencatat 350 acara dengan 9 juta pengunjung sepanjang tahun lalu. Kondisi ini menegaskan posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan dan perdagangan internasional yang tetap resilien di tengah turbulensi ekonomi global.
