Jakarta – Seorang siswi SMPN 10 Kupang menjadi korban bullying dan penganiayaan hanya karena tinggal di Panti Asuhan Sonaf Maneka Lasiana. Korban mengaku diejek oleh S dan teman-temannya dengan hinaan seperti “tinggal di panti, manusia miskin dan tidak punya orang tua”. Aksi kekerasan itu direkam lalu disebarkan ke grup WhatsApp dan media sosial.

Kejadian terjadi pada Jumat, 21 November 2025, sekitar pukul 10.00 WITA di depan sekolah. S kembali membully dan memukul korban, bahkan mengajak satu rekannya ikut menganiaya. Korban tak bisa melawan, pulang ke panti sambil menangis dan mogok makan. Ibunya yang merupakan pengasuh panti mengatakan korban mengalami sakit di perut dan kaki, serta trauma karena “terus menangis apabila mengingat akan kejadian tersebut”.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Kota Lama. Kapolsek AKP Rahmat Hidayat menegaskan perkara sudah masuk penyidikan, menyatakan “sedang ditangani oleh penyidik PPA Unit Reskrim”.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *