Jawa Timur – AirNav Indonesia memastikan seluruh operasi penerbangan di bandara-bandara sekitar Gunung Semeru tetap berjalan normal meskipun gunung tersebut mengalami erupsi besar. Executive Vice President Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menegaskan tidak ada bandara yang ditutup dan tidak ada penerbangan yang dibatalkan akibat erupsi Semeru. Bandara-bandara di Malang, Banyuwangi, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo tetap beroperasi secara normal karena sebaran abu vulkanik semakin menjauh dari kawasan bandara dan rute penerbangan.
Meskipun Gunung Semeru ditetapkan dalam status ‘Kode Merah’ yang mengindikasikan aktivitas letusan signifikan dan berpotensi mengganggu jalur penerbangan, tren sebaran abu vulkanik justru bergerak menjauh dari bandara-bandara sekitar. AirNav Indonesia terus memantau perkembangan melalui ASHTAM (pemberitahuan khusus aktivitas gunung berapi) dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi aman untuk operasional penerbangan di wilayah terdampak.
Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga mengonfirmasi bahwa operasional penerbangan mereka berjalan normal dan lancar. Tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di YIA melakukan paper test secara berkala setiap beberapa jam untuk memastikan tidak ada dampak abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan. Pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan perubahan kondisi yang dapat mempengaruhi operasional penerbangan.
