Malang – Gunung Semeru mengalami peningkatan status menjadi Level IV (Awas) menyusul erupsi dahsyat yang terjadi pada Rabu (19/11/2025). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas vulkanik yang meningkat signifikan dengan 25 kali gempa erupsi dan 32 kali gempa guguran dalam periode pengamatan terakhir. Sebanyak 178 pendaki dilaporkan tertahan di kawasan Ranu Kumbolo akibat erupsi ini, sementara masyarakat di sekitar lereng gunung diminta meningkatkan kewaspadaan.

PVMBG mengeluarkan larangan keras terhadap semua aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dengan jarak 20 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai karena area ini berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar. Aktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah juga dilarang total karena rawan bahaya lontaran batu pijar dari puncak gunung.

Kondisi Gunung Semeru pagi ini masih menunjukkan aktivitas fluktuatif dengan cuaca mendung dan suhu udara 20-22°C. Petugas BPBD Lumajang menegaskan bahwa status awas masih berlaku dan meminta warga tetap memantau informasi resmi dari pihak berwenang. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat muncul sewaktu-waktu, terutama saat hujan turun di kawasan puncak gunung.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *