Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memantau ketat penggunaan anggaran belanja daerah karena banyak dana transfer ke daerah (TKD) yang mengendap di perbankan, sementara realisasi belanja daerah justru menurun. Prabowo memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk mengecek penyerapan anggaran jelang akhir tahun, menegaskan “setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan harus tepat sasaran dan harus digunakan sesuai periode waktu yang ditetapkan.”
Purbaya juga mengingatkan kepala daerah lewat surat tanggal 20 Oktober 2025 agar mempercepat belanja daerah, karena dana Pemda yang mengendap per kuartal III-2025 naik 12,17% menjadi Rp234 triliun, sementara realisasi belanja APBD menurun 13,1% dibanding tahun lalu. Dia meminta aksi “percepatan penyerapan belanja daerah secara efisien dan efektif dengan tata kelola yang baik” serta pemanfaatan dana simpanan untuk mendorong ekonomi.
Langkah ini penting karena ekonomi kuartal III-2025 melambat ke 5,04% yoy dari 5,12%. Purbaya juga minta kepala daerah melakukan monitoring berkala untuk evaluasi belanja tahun depan, agar “sejalan dengan arah program pembangunan nasional yang telah ditetapkan Presiden.” Semuanya dilakukan demi memastikan dana rakyat digunakan tepat dan memperkuat sinergi pusat-daerah.
