Jakarta – Polisi bakal dalami info bahwa terduga pelaku ledakan di SMA 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, diduga korban bullying atau perundungan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi Jumat 7 November 2025, bilang: “Iya tentunya informasi apa yang diterima dan ditemukan harus didalami oleh penyidik agar tidak menyimpan informasi siur.” Dia tambah, penyelidikan ledakan sekolah masih jalan, termasuk olah TKP yang berlanjut. Pemeriksaan saksi belum bisa karena banyak yang masih dirawat medis: “Masih di dalami karena sebagian besar saksi masih dalam penanganan medis.”
Sebelumnya, ledakan terjadi Jumat siang di SMA 72, Jalan Prihatin Nomor 87, Kelapa Gading. Siswa Ilham (bukan nama sebenarnya), di lokasi beberapa jam pasca-insiden, cerita terduga pelaku dari kelas 12 diduga korban bullying: “Iya benar. Dia kayaknya enggak kuat mentalnya.” Ilham bilang pelaku suka menyendiri, gambar tema ekstrem seperti teroris atau Amerika Serikat, dan sering nonton video perang: “Sering nonton tembak-tembakan gitu. Infonya dari teman kelasnya, teman dekat.” Info ini bikin polisi tambah serius usut motif dan lingkungan pelaku.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo konfirmasi terduga pelaku (siswa 17 tahun) udah diketahui, lagi operasi karena luka insiden, status pelajar. Di Istana Kepresidenan Jumat, Sigit bilang: “Sementara untuk pelaku tak terduga saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain.” Motif masih digali: “Untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagi macam informasi.” Polisi pastikan tak ada info simpang siur, konferensi pers mungkin segera.
