Surabaya – Posko aduan Pertamina di SPBU Kebonsari, Surabaya, ramai sejak dibuka Selasa (28/10/2025), menerima 20-an laporan warga soal motor brebet setelah isi Pertalite. Supervisor SPBU Reyvaldi (Aldi) bilang keluhan bertambah harian: enam di hari pertama, sembilan di hari kedua, dan lebih dari 10 di hari ketiga. “Pada hari pertama, ada enam orang yang membuat laporan. Hari kedua, ada sembilan keluhan. Hari ini, saya nggak hitung tapi kalau lebih dari 10, ada,” terangnya saat ditemui media, Kamis (30/10/2025). Warga diminta bawa KTP, bukti pengisian, sampel BBM, dan nota perbaikan untuk diganti Pertamax atau nominal yang sama.Pengecekan di bengkel temukan busi motor gosong, yang seharusnya putih jika baru, meski Aldi tak yakin pasti akibat BBM. “Setelah dicek ke bengkel, jadi busi motornya itu sampai gosong. Itu yang membuat motor warga brebet. Padahal harusnya kalau busi baru, warnanya masih putih,” tuturnya. SPBU klaim selalu cek kadar air saat kiriman tiba dan kembalikan jika bermasalah. Dina, salah satu korban, cerita motornya mati saat antar anak sekolah sejak Senin (27/10/2025). “Waktu antar anak sekolah, motor saya sempat mati. Terus saya cerita ke suami, baru saya bawa ke posko ini,” ungkapnya.

Area Manager Pertamina Ahad Rahedi sebut data laporan seperti waktu beli, liter, dan nota dipakai telusuri distribusi dari terminal hingga tangki. “Termasuk histori pembelian produknya, beli produk apa, jam berapa, berapa liter gitu ya. Biasanya kan sudah diberikan nota pada saat pembelian,” jelasnya. Warga bisa hubungi Call Center 135 jika jauh dari SPBU, sambil uji lab sampel dari Bojonegoro dan Lamongan berlangsung. “Masyarakat bisa bantu percepatan pengumpulan data. Titik-titiknya supaya kita bisa tahu SPBU mana yang baru kita cek, apakah ternyata dari produknya, atau dari SPBU, atau dari tangki kendaraan masyarakatnya,” ujar Ahad, menjamin tindak lanjut untuk jaga mutu BBM.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *