Surabaya – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mempertanyakan sikap diam Jerman terhadap serangan Israel di Gaza, sambil mendesak Kanselir Friedrich Merz untuk bergandengan tangan akhiri krisis kemanusiaan di sana. Pernyataan ini disampaikan saat konferensi pers di Ankara pada 30 Oktober 2025, kunjungan resmi Merz pertama sejak bentuk koalisi baru Jerman Mei lalu. Erdogan soroti ketidakadilan: Hamas tak punya bom atau nuklir, tapi Israel pakai senjata itu buat serang Gaza, dengan korban >68.500 jiwa (kebanyakan perempuan-anak) dan >170.600 luka sejak Oktober 2023.
Erdogan tekan pentingnya solusi dua negara buat perdamaian permanen, samakan urgensi akhiri perang Gaza kayak Rusia-Ukraina. “Jerman, kalian nggak lihat ini?” tanyanya, kutip Anadolu, kecam Israel tundukkan Gaza lewat kelaparan dan genosida yang masih berlanjut. Ia usul cegah kekejaman berulang dengan kerjasama Turki-Jerman sebagai negara kunci.
Untuk wujudkan itu, Erdogan sarankan libatkan Palang Merah Jerman dan Bulan Sabit Merah Turki stop genosida serta kelaparan disengaja. “Kita perlu akhiri ini sekarang,” tegasnya. Suara Ankara ini bisa jadi dorongan internasional buat damai.
