Jakarta – Ratusan guru madrasah swasta dari berbagai organisasi seperti PGSI, PGIN, PGMM, dan PGMNI menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pagi 30 Oktober 2025. Mereka berasal dari daerah seperti Cirebon, Pati, Banten, Tangerang, dan Tasikmalaya, kompak pakai seragam, ikat kepala, bendera, plus poster tuntutan. Satu ruas Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup aparat buat mereka orasi bergantian dari mobil komando, sampaikan aspirasi soal kesetaraan profesi di bawah naungan Kemenag.
Tuntutan utama: revisi UU P3K supaya guru madrasah swasta punya kesempatan diangkat seperti guru negeri, plus perlindungan profesi, pengakuan masa kerja, dan tunjangan layak. Mereka harap pemerintah dan DPR dengar suara ini buat hilangkan diskriminasi. Keamanan dijaga 1.597 personel gabungan Polres Metro Jakarta Pusat, pastiin aksi damai tanpa gangguan.
Thobib Al Asyhar dari Biro Humas Kemenag nilai ini bentuk aspirasi sah, dan pemerintah siap serap masukan. Saat ini, Kemenag lagi urus sertifikasi 600 ribu guru semua agama di seluruh Indonesia, target selesai 2026. Semoga tuntutan ini jadi langkah maju buat kesejahteraan guru madrasah.
